WELCOME ....

Seringkali perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu akan membuat kita lemah..

Sabtu, 01 Januari 2011

Renungan

Bayangkanlah..
Jika kamu terlahir, dari rahim seorang ibu..
Dimana kamu harus merasakan pahitnya kehidupan..
Bayangkan..
Jika kamu berada dalam keluarga dibawah garis kemiskinan..
Rasakanlah..
Jika kamu termasuk keluarga, seperti dalam video ini..
Kebahagiaannya adalah kepedihanku..
Tawa mereka, dapat mencairkan hati yang beku karena kesombongan..
Bersyukurlah..
Untuk kalian yang tinggal dengan segala kenyamanan..
Dengan segala fasilitas dan kemewahan..
Yang tidak pernah mereka rasakan..

Please open this video J


Created by : Lintang Puspita
»»  READMORE...

Kamis, 16 Desember 2010

R-programming

1. Memasukkan data ke dalam R programming!

Dalam memasukkan data ke dalam R programming, kita menggunakan perintah scan dengan memberi tanda kurung. Sebelumnya tuliskan variabel yang digunakan. Seperti dalam contoh:
> data=scan() variabel yang digunakan adalah data, dan perintah yang digunakan adalah scan()
1: 65 50 70 75 70
6: 50 45 90 95 70 data yang dimasukkan untuk di proses.
11:
Read 10 items jumlah data yang dimasukkan adalah 10.


2. Menampilkan data yang telah dimasukkan dalam R programming!
Untuk menampilkan data yang telah dimasukkan adalah dengan memanggil variabel dari data tersebut. Jika tadi kita menggunakan variabel data, maka kita hanya mengetikkan data dan akan tampil data yang telah dimasukkan tadi.
> data variabel untuk menampilkan isi data tersebut
[1] 65 50 70 75 70 50 45 90 95 70

3. Mengurutkan data dari data terkecil hingga terbesar!
Untuk mengurutkan data dari data terkecil hingga terbesar menggunakan perintah sort dan masukkan variabel dari data tersebut. Maka akan tampil data dengan urutan dari terkecil hingga terbesar.
> sort (data)
[1] 45 50 50 65 70 70 70 75 90 95

4. Menentukan nilai terkecil dari data!
Untuk menentukan nilai minimal dalam R program menggunakan perintah min. dan masukkan variabel yang digunakan. Maka akan tampil nilai terkecil dari data yang dimasukkan.
> min (data) untuk mencari nilai minimal dari variabel data
[1] 45


5. Menentukan nilai terbesar dari data!
Untuk menentukan nilai maksimal dalam R program menggunakan perintah max. dan masukkan variabel yang digunakan. Maka akan tampil nilai terbesar dari data yang dimasukkan.
> max (data) untuk mencari nilai maksimal dari variabel data
[1] 95


6. Menentukan besar jangkauan!
Untuk menentukan besar jangkauan maka rumus yang digunakan adalah nilai terbesar dari data dikurangi dengan nilai terkecil dari data. Maka hasilnya adalah jangkauan dari data tersebut.
> jangkauan=max(data)-min(data) perintah yang digunakan
> jangkauan memanggil hasil dari perhitungan jangkauan
[1] 50


7. Menentukan kelas interval dari data!
Kelas interval adalah pengelompokkan beberapa nilai atau data. Dalam R program juga dikenal rumus untuk menentukan kelas interval yaitu k=1+(3.322*log10 (length (data))) dengan logikanya berarti 1 ditambah 3,322 dikali log(jumlah data) dikali panjang data. Maka di hasilkan kelas untuk pengelompokkan data.

> k=1+(3.322*log10(length(data)))
> k variabel untuk memanggil kelas interval
[1] 4.322



8. Menentukan banyaknya interval !
Banyak kelas interval adalah banyaknya pengelompokkan dari seluruh data atau nilai yang ada. Sedangkan panjang interval adalah banyaknya data pada suatu kelas interval. Rumus yang digunakan adalah jangkauan dibagi dengan kelas. Maka hasilnya adalah interval dari data tersebut.
> interval=jangkauan/k
> interval
[1] 11.56872



9. Menentukan nilai atas dari interval!
Untuk membulatkan bilangan pada R program menggunakan perintah round atau floor. Perbedaannya adalah jika round digunakan untuk membulatkan bilangan ke atas dan floor digunakan untuk membulatkan bilangan ke bawah.



10. Menentukan mean (rataan hitung)!
Mean dari sekumpulan data adalah jumlah seluruh data dibagi banyaknya data. Dalam R program rumus yang digunakan adalah mean=sum(data)/length(data) dengan arti sum digunakan untuk menghitung jumlah data,dan length untuk menghitung banyak data. Lalu jumlah data dibagi banyak data menghasilkan nilai rata-rata atau mean.

> mean=sum(data)/length(data) rumus menentukan mean
> mean untuk memanggil hasil dari mean
[1] 68


11. Menentukan median atau nilai tengah!
Median adalah nilai yang terletak di tengah dari data yang terurut. Jika banyak data ganjil ,median adalah nilai paling tengah dari data yang sudah diurutkan. Jika data genap,median adalah mean dari dua bilangan yang di tengah setelah data diurutkan. Dalam R program rumus yang digunakan adalah median=length(data)/2 dengan arti length(data) digunakan untuk menghitung banyak data. Lalu banyak data dibagi 2 dan menghasilkan nilai tengah atau median.

> median=length(data)/2 rumus menentukan median
> median untuk memanggil hasil dari median
[1] 5


12. Menentukan frekuensi data!
Frekuensi adalah banyaknya data yang tampil. Untuk menghitung frekuensi dapat dilakukan secara langsung dengan menghitung banyaknya data menggunakan turus. Namun dalam R program rumus yang digunakan adalah,sbb:


 Frek=function(x,y,z) x sebagai data,y sebagai batas kelas pertama dan z sebagai batas kelas kedua.
 For (I in 1:length (x)) length sebagai banyak data dan melakukan looping sebanyak x.
 If (x[i]>=y&&x[i]<=z)
Data pertama data kedua
 g=a+1 jika benar maka ditambah 1.


Setelah itu untuk memanggil frekuensi pada kelas tertentu menggunakan perintah:
 frek(data,45,56) variabel yang digunakan adalah frek dan mengambil data dari variabel data dengan kelas 45 sampai 56.

»»  READMORE...

HITAM PUTIH SMA

Tulisan ini lahir ketika di jalan sepulang kuliah aq bertemu dengan seorang cewek t0mboy yang kebetulan satu angkot denganku. Ada apa dengan cewek t0mboy..?? Cwe tmb0y itu mengingatkan aq pada 3 tahun yang lalu. Tepatnya saat q masih duduk di bangku kelas 1 SMA.. Dimulai karna dulu aq mempunyai seorang mbak ( orang yang bantu mama di rumah ) yang seumuran denganku dan aq sangat dekat dengannya. Karna q begitu dekat dengannya,suatu saat ia ingin pulang ke rumahnya di jogja. Kebetulan saat itu Libur panjang.maka aq pun langsung memohon pada ortu agar boleh ikut mbak pulang. Seminggu di jogja pun berlalu. Saat q kembali menjalani aktifitas seperti biasa, tiba-tiba ada seorang cwe yg menghubungi aq. Dy bilang bahwa slama q di jogja dy memperhatikan aq tanpa q sadari. Sebenernya ada perasaan aneh setiap dy hubungi aq, karna entah kenapa cwe itu begitu perhatian yang berlebihan. Tapi aq menganggap itu semua biasa aja…

Singkat cerita, sebulan telah berlalu. Suatu hari dy menelfon aq katanya ingin memastikan foto yg dikirim sudah q terima belum. Dari suaranya q dengar antara suara cwe campur suara cwo, suaranya besar kyk cwo bgt. Begitu q lihat ftonya ternyata dy cwe t0mboy bangett.. orangnya putih,kurus,rambutnya gaya cwok,cantik tapi ganteng juga siih…Namanya Cxxxx, saat q kelas 1 SMA, dy sudah menjadi Mahasiswa di sebuah Universitas di solo yaitu di UXX dengan jurusan pariwisata. Setelah q tau dy cwe t0mboy,,aq mulai mengurangi komunikasi dengannya karna q tkut sesuatu yg tdk diinginkan trjadi. Tapi trnyata terjadi juga… Suatu hari, dy telf0n aq & tiba2 dy nembak aq.. Saat itu aq masih polos sekali dan ngga tau harus gimana menanggapinya.. Antara takut dan lucu karna baru pertama kali terjadi di hidupku .. Lintang dahulu adalah seorang anak pendiam dan tertutup, jadi tidak ada yg tau tentang hal ini kecuali mbak q.. Begitu q tau kalau dy menyimpang, aq tidak lagi menerima tlfon ataupun membalas sms yang dy kirim.

Dan klimaks terjadi ketika aq pergi dan menaruh Handphone di kamar.. tiba-tiba “dy” menelfon dan kebetulan mama yang mengangkat. Akhirnya ……. Semua diketahui oleh mama,, awalnya mama hanya diam dan aq meminta handphone yang dipegang oleh mama. Perlahan mama bertanya tentang cwe tomboy itu, keringat q langsung bercucuran karna q tahu mama pasti akan marah. Ternyata dugaan q salah,, mama tidak marah padaku melainkan menangis.. entah cwe t0mboy itu bicara apa dengan mama hingga membuat mama menangis seperti itu. Aq mengambil handphone q dan melihat sms dari cwe itu yg berisi kata-kata kasar karna aq tidak pernah menghubunginya lagi. Ternyata cwe tomboy lebih galak daripada cwok.. Mama mulai mengeluarkan suara dan ternyata mama sangat marah padaku. Ternyata mama berfikir bahwa aq menyukai sesama jenis. Aq jd ikut menangis, ternyata cwe yang slama ini baik denganku membawa bencana di hidupku. Aq mencoba menjelaskan pada mama, tapi mama tidak bisa menerimanya. Mama memang orangnya sensitive,beda sekali dengan ayah yg lebih sabar dan tidak mudah marah. Disaat mama marah denganku, aq jg dimarahi sama cwe xxxx itu. Aq merasa tidak memiliki siapa-siapa saat itu. Tapi aq ingat bahwa aq punya TUHAN,, aq hanya bisa berD0’A dan memohon agar mama bisa percaya lagi denganku. Dalam tangis, aq juga memohon agar cwe itu tidak mengganggu hidup q lagi. Do’a q pun dikabulkan,, walaupun sebulan handphone disita mama, tapi yang penting mama bisa percaya lagi denganku.

Tulisan ini q buat tidak ada maksud tertentu atau untuk memojokkan siapapun, tapi pengalamanku ini bisa dijadikan pelajaran bagi siapa pun agar lebih berhati-hati dalam memilih teman yang sudah menyimpang. Setiap orang pasti pernah punya masalah dan pengalaman buruk, tapi pengalaman ini q jadikan guru berharga karna tidak terjadi 2 kali.. kecuali ada cwe yang mau nembak lagii ..hhhahaa..
»»  READMORE...

Selasa, 30 November 2010

Cara Pandang Organisasi sebagai Sistem Sosial

Organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain – lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output di perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy

Pengertian dari sosial adalah manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya. Dengan demikian sistem sosial merupakan orang-orang dalam masyarakat dianggap sebagai sistem yang disusun oleh karakteristik dari suatu pola hubungan dimana sistem tersebut bekerja untuk mewujudkan keinginannya. Beberapa hal yang menggambarkan organisasi sebagai sistem sosial antara lain dengan adanya organisasi sosial dan cara pandang organisasi sebagai sistem sosial. Perilaku organisasi adalah penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi sebagai sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti : publik, bisnis, sosial dan lain-lain
»»  READMORE...

Proses Pengambilan Keputusan Organisasi

Pengambilan keputusan mengandung arti pemilihan altematif terbaik dari sejumlan Atematif yang tersedia. Teori-teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan-pilihan semacam itu dibuat. Kebijaksanaa, sebagai telah kita rumuskan di muka, adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh seseorang aktor atau sejumlah aktor berkenaan dengan suatu masalah atau persoalan tertentu.

Dalam tulisan ini akan dibahas 3 (tiga) teori pengambilan keputusan yang dianggap paling sering dibicarakan dalam pelbagai kepustakaan kebijaksanaan negara.
Teori-teori yang dimaksud ialah : teori Rasional komprehensif, teori Inkremental dan teori Pengamatan terpadu.


Teori Rasional Komprehensif
Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Pembuat keputusan dihadapkan pada.suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain.
2. Tujuan-tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kePentingannya.
3. Pelbagai altenatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara saksama.
4. Akibat-akibat (biaya dan manfaat) yang ditmbulkan oleh setiap altenatif Yang diPilih diteliti.
5. Setiap alternatif dan masing-masing akibat yang menyertainya,
dapat diperbandingkan dengan alternatif-altenatif lainnya.
6. Pembuat keputusan akan memilih alternatif’ dan akibat-akibatnya’ yang dapat memaksimasi tercapainya tujuan, nilai atau Sasaran yang telah digariskan.

Teori Inkremental
Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti daram teori rasional komprehensif) dan, pada saat yang sama, merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambil kepurusan sehari-hari.
Pokok-pokok teori inkremental ini dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapainya dipandang sebagai sesuatu hal yang saling terkait daripada sebagai sesuatu hal yang saling terpisah.
b. Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa altematif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah dan altematif-alternatif ini hanya dipandang berbeda secara inkremental atau marginal bila dibandingkan dengan kebijaksanaan yang ada sekarang.
c. Bagi tiap altematif hanya sejumlah kecil akibat-akibat yang mendasar saja yang akan dievaluasi.
d. Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan akan didedifinisikan secara terarur. Pandangan inkrementalisme memberikan kemungkin untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana serta sarana dan tujuan sehingga menjadikan dampak dari masalah itu lebih dapat ditanggulangi.
e. Bahwa tidak ada keputusan atau cara pemecahan yang tepat bagi tiap masalah. Batu uji bagi keputusan yang baik terletak pada keyakinan bahwa berbagai analisis pada akhirnya akan sepakat pada keputusan tertentu meskipun tanpa menyepakati bahwa keputusan itu adalah yang paling tepat sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
f. Pembuatan keputusan yang inkremental pada hakikatnya bersifat perbaikan-perbaikan kecil dan hal ini lebih diarahkan untuk memperbaiki ketidaksempunaan dari upaya-upaya konkrit dalam mengatasi masalahsosial yang ada sekarang daripada sebagai upaya untuk menyodorkan tujuan-tujuan sosial yang sama sekali baru di masa yang akan datang.

Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory)

Penganjur teori ini adalah ahli sosiologi organisasi Amitai Etzioni. Etzioni setuju terhadap kritik-kritik para teoritisi inkremental yang diarahkan pada teori rasional komprehensif, akan tetapi ia juga menunjukkan adanya beberapa kelemahan yang terdapat pada teori inkremental. Misatnya, keputusan-keputusan yang dibuat oleh pembuat keputusan penganut model inkremental akan lebih mewakili atau mencerminkan kepentingan-kepentingan dari kelompok-kelompok yang kuat dan mapan serta kelompok-kelompok yang mampu mengorganisasikan kepentingannya dalam masyarakat, sementara itu kepentingan-kepentingan dari kelompok-kelompok yang lemah dan yang secara politis tidak mampu mengorganisasikan kepentingannya praktis akan terabaikan. Iebih lanjut” dengan memusatkan perhatiannya pada kepentingan/tujuan jangka pendek dan hanya berusaha untuk memperhatikan variasi yang terbatas dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ada sekarang, maka model inkremental cenderung mengabaikan peluang bagi perlunya pembaruan sosial (social inovation) yang mendasar.


»»  READMORE...

Organisasi sebagai Sistem Sosial

Sistem sosial

Ada dua pola system yakni :

1. open system (system terbuka)

2. closed system (system tertutup)

suatu system dikatakan “terbuka”, jika mempunyai transaksi dengan lingkungan dimana ia berada.transaksi antara suatu organisasi dengan lingkungannya mencakup ‘input” dan “output”. Input biasanya dalam bentuk informasi, energy, uang, pegawai, material dan perlengkapan yang diterima organisasi dari lingkungannya. Output organisasi pada lingkungannya dapat berbentuk macam-macam tergantung pada sifat organisasi.


Organisasi sebagai system yang menciptakan dan menjaga lingkungan didalamnya memuat interaksi manusia yang kompleks ( baik antar individu maupun dalam kelompok).perilaku organisasi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkaat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi).

Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi, dan sumber daya manusia dan pisikologi industry serta perilaku organisasi. Seperti halnya dengan semua ilmu social, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikaan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu , perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan denganya, yaitu psikologi industry)kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, perilaku organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.

Ruang Lingkup Perilaku Organisasi

Perilaku organisasi,sesugguhnya terbentuk dari perilaku-perilaku individu yang terdapat dalam organisasi tersebutdengan demikian dapat dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu perilaku organisasi hanya terbatas pada dimensi internal dari suatu organisasi. Aspek-aspek yang menjadi unsur-unsur komponen atau subsistem dari ilmu perilaku organisasi antara lain adalah :

1. Motivasi

proses psikologis yang merupakan salah satu unsur pokok dalam perilaku seseorang. motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Makin berharga tujuan itu bagi yang bersangkutan, makin kuat pula motovasinya. Jadi motivasi itu sangat berguna bagi tindakan atas perbuatan seseorang.

2. Kepemimpinan

Menurut Wahjosumidjo (1992 : 171), kepemimpinan mempunyai peranan sentral dalam kehidupan organisasi, dimana terjadi interaksi kerjasama antar dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan. Bahkanbeberapa pakar mengasosiasikan kegagalan ataupun keberhasilan suatu organisasi dengan pemimpinnya.

3. Konflik

Di bagi dua

1) Konflik yang negatif ialah konflik di mana pihak-pihak yang terlibat merasa rugi karena konflik itu.Hal itu bisa terjadi walaupun pihak luar melihat pihak yang merasa kalah itu sudah unggul. Jadi faktor persepsi dan perasaan kalah memegang peranan penting. Konflik yang negatif dan merusak ini muncul dalam bentuk yang dikenal sebagai spiral konflik. Spiral konflik ini hanya memiliki satu arah yaitu meningkat dan maju. Ciri-cirinya, hubungan negatif itu hamper otomatis mengahasilkan hubungan negatif lainnya. Dalam spiral ini salah satu pihak akan berusaha untuk mengubah struktur hubungan dan membatasipilihan pihak lain, untuk mencari keuntungan sepihak.

Salah satu bentuk konflik negatif ialah suatu konflik yang tidak terselesaikan. Hal ini bisa terjadi dengan salah satu pihak menarik diri. Inidilakukan dengan pengetahuan bahwa pihak lainnya akan dirugiak oleh keputusan itu.

2) Konflik positif berguna untuk suatu masyarakat atau kelompok yang memungkinkan ekspresi konflik yang terbuka dan memungkinkan pergeseran keseimbangan kekuasaan. Konflik akan memberikan transisi untuk suatu hubungan baru yang terus direvisi.

Ciri-ciri dari konflik yang positif ialah adanya transformasi dari elemen-elemen konflik, yaitu: cara konflik itu diekspresikan, persepsi tentang kebutuhan dan tujuan, ersepsi tentang kemungkinan pemenuhannya, tingkat persepsi bahwa kedua belah pihak sebenarnya saling terkait, serta jenis kerja sama dan oposisi. Dengan kata lain kedua pihak akan merasadiperkaya di dalam hubungan mereka. Mereka akan lebih bersedia bekerja sama dan bersedia untuk mengatasi konflik dengan lebih terbuka di masa depan.

4. Hubungan komunikasi

dalam hal berkomunikasi, sering terjadi suatu kondisi dimana posisi seseorang dominan dibanding yang lainnya. Atau mungkin juga, seseorang memiliki informasi yang lebih banyak dan luas, sehingga pihak yang menjadi lawan bicaranya menjadi pasif,kurang responsif dan cenderung mengiyakan saja. Bahkan tidak jarang terjadi, seseorang yang ingin berkomunikasi dengan orang lain sudah memiliki rasa tidak percaya diri, takut, ewuh pakewuh, minder, atau gemetar. Jadi jelaslah bahwa proses komunikasi antar dua orang atau lebih seringkali berada pada posisi yang tidak sederajat (asymetric relation), sehingga nilai obyektivitas dan efektivitas dari proses komunikasi tadi dapat terganggu. Selanjutnya apabila kondisi in berjalan terus tanpa upaya antisipasi, maka tujuan dari diadakannya komunikasi tadi menjadi terhambat. Oleh karena itu, proses komunikasi hendaknya berjalan secara wajar, terbuka, dan sejajar.

5. Pemecahan masalah & pengambilan keputusan

dalam kehidupan suatu organisasi, sering ditemui adanya perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, perbedaan cara mencapai tujuan,maupun konflik antar anggota organisasi yang bersangkutan. Disamping itu, dalam skala yang lebih luas, organisasi tidak jarang menghadapi berbagai kondisi kurang menguntungkan seperti : adanyahambatan dalam proses pelaksanaan kegiatan, kebingungan dalam menentukan arah dan misinya, kegagalan merealisasikan rencana yang telahdisusun, kesalahan dalam mengantisipasi suatu fenomena, dan sebagainya.

Adanya suatu permasalahan memang tidak bisa dihindari, namun yang jelas bahwa masalah tersebut harus dihadapi dengan sikap-sikap positif dantindakan kreatif, sehingga tidak akan mengganggu jalannya organisasi. Sebab, suatu masalah biasanya akan menjadi semacam “kanker” yang akan semakin mengganas jika dibiarkan saja tanpa upaya pencegahan dan pengobatan. Oleh karena itu, dalamrangka memecahkan timbulnya masalah, perlu dilakukan suatu upaya strategis, yakni pengambilan keputusan.

6. Produktifitas & kinerja(performance)

Sumanth (1984 : 7) mengemukakan tentang tiga bentuk dasar dari

produktivitas, yaitu :

a. Produktivitas parsial (partial productivity), adalah perbandingan antaraoutput dengan salah satu input. Misalnya produktivitas tenaga kerja(perbandingan output dengan input tenaga kerja) adalah ukuran dariproduktivitas parsial.

b. Produktivitas total faktor (total factor productivity), adalah perbandinganantara output bersih dengan jumlah dari input tenaga kerja dan modal.Output bersih diartkan sebagai total output dikurangi dengan biaya sementara yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa.

c. Produktivitas total (total productivity), adalah perbandingan antara totaloutput dengan keseluruhan faktor input.

7. Pembinaan & pengembangan organisasi(organizational development)

Apabila diperhatikan, maka karakteristik organisasi terbuka mengisyaratkan bahwa organisasi harus selalu siap untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian atau pengembangan (organizational development). Menurut Henry (1988 : 86), pengem-bangan organisasi tersebut dilaksanakan melalui intervensi yang penuh perhitungan atas kerjaorganisasi yang aktif dengan menggunakan pengetahuan ilmu perilaku organisasi (organization behavior).

Sedangkan aspek-aspek yang merupakan dimensi external organisasi:

1. Faktor ekonomi

2. Polotik

3. Sosial

4. Perkembangan teknologi

5. Kependudukan,dsb.

Secara sistimatis ruang lingkup kajian perilaku organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi, serta faktor-faktor external yang mempengaruhinya. Dengan adanya interaksi atau hubungan antar individu dalam organisasi, maka penelaahan terhadap perilaku organisasi haruslah dilakukan melalui pendekatan-pendekatan produktivitas dan pendekatan sisytem .

Pendekatan system terutama diterapkan dalam system social, dimana didalamnya terdapat seperangkat hubungan manusia yang rumit yang berinteraksi dalam banyak cara.
»»  READMORE...

Penyelesaian Konflik dalam Organisasi

Pengertian Konflik
Para pakar ilmu perilaku organisasi, memang banyak yang memberikan definisi tentang konflik. Robbins, salah seorang dari mereka merumuskan Konflik sebagai : “sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan (blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai tujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya”. Dengan demikian yang dimaksud dengan Konflik adalah proses pertikaian yang terjadi sedangkan peristiwa yang berupa gejolak dan sejenisnya adalah salah satu manifestasinya.


Lebih jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap sebagai “ada” oleh fihak-fihak yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu ada atau tidak ada, adalah masalah “persepsi” dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada.
Tentu saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsi ternyata tidak riil. Sebaliknya dapat terjadi bahwa ada situasi-situasi yang sebenarnya dapat dianggap sebagai “bernuansa konflik” ternyata tidak dianggap sebagai konflik karena nggota-anggota kelompok tidak menganggapnya sebagai konflik. Selanjutnya, setiap kita membahas konflik dalam organisasi kita, konflik selalu diasosiasikan dengan antara lain, “oposisi” (lawan), “kelangkaan”, dan “blokade”.
Di asumsikan pula bahwa ada dua fihak atau lebih yang tujuan atau kepentingannya tidak saling menunjang. Kita semua mengetahui pula bahwa sumberdaya dana, daya reputasi, kekuasaan, dan lain-lain, dalam kehidupan dan dalam organisasi tersedianya terbatas. Setiap orang, setiap kelompok atau setiap unit dalam organisasi akan berusaha memperoleh semberdaya tersebut secukupnya dan kelangkaan tersebut akan mendorong perilaku yang bersifat menghalangi oleh setiap pihak yang punya kepentingan yang sama. Fihak-fihak tersebut kemudian bertindak sebagai oposisi terhadap satu sama lain. Bila ini terjadi, maka status dari situasi dapat disebut berada dalam kondisi “konflik”. Bila kita mempersempit lingkungan organisasi maka dua orang pakar penulis dari Amerika Serikat yaitu, Cathy A Constantino, dan Chistina Sickles Merchant mengatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana, bahwa konflik pada dasarnya adalah: “sebuah proses mengekspresikan ketidak puasan, ketidak setujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi”. Kedua penulis tersebut sepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah proses.
Berbagai Bentuk Manifestasi Konflik.
Konflik yang terjadi dalam masyarakat ata dalam sebuah organisasi dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk atau cara :
a) Perselisihan (Dispute): bagi kebanyakan orang awam, kata konflik biasanya diasosiasikan dengan “dispute” yaitu “perselisihan” tetapi, dalam konteks ilmu perilaku organisasi, “perselisihan” sebenarnya sudah merupakan salah satu dari banyak bentuk produk dari konflik.Dispute atau perselisihan adalah salah satu produk konflik yang paling mudah terlihat dan dapat berbentuk protes (grievances), tindakan indispliner, keluhan (complaints), unjuk rasa ramai-ramai , tindakan pemaksaan (pemblokiran, penyanderaan, dsb.), tuntutan ataupun masih bersifat ancaman atau pemogokan baik antara fihak internal organisasi ataupun dengan fihak luar adalah tanda-tanda konflik yang tidak terselesaikan.
b) Kompetisi (persaingan) yang tidak sehat. Persaingan sebenarnya tidak sama dengan konflik. Persaingan seperti misalnya dalam pertandingan atletik mengikuti aturan main yang jelas dan ketat. Semua pihak yang bersaing berusaha memperoleh apa yang diinginkan tanpa di jegal oleh pihak lain. Adanya persaingan yang sangat keras dengan wasit yang tegas dan adil, yang dapat menjurus kepada perilaku dan tindakan yang bersifat menjegal yang lain.
c) Sabotase adalah salah satu bentuk produk konflik yang tidak dapat diduga sebelumnya. Sabotase seringkali digunakan dalam permainan politik dalam internal organisasi atau dengan pihak eksternal yang dapat menjebak pihak lain. Misalnya saja satu pihak mengatakan tidak apa-ap, tidak mengeluh, tetapi tiba-tiba mengajukan tuntutan ganti rugi miliaran rupiah melalui pengadilan.
d) Insfisiensi/Produktivitas Yang Rendah. Apa yang terjadi adalah salah satu fihak (biasanya fihak pekerja) dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang berakibat menurunkan produktivitas dengan cara memperlambat kerja (slow-down), mengurangi output, melambatkan pengiriman, dll. Ini adalah salah satu dari bentuk konflik yang tersembunyi (hidden conflic) dimana salah satu fihak menunjukan sikapnya secara tidak terbuka.
e) Penurunan Moril (Low Morale). Penurunan moril dicerminkan dalam menurunnya gairah kerja, meningkatnya tingkat kemangkiran, sakit, penurunan moril adalah juga merupakan salah satu dari produk konflik tersembunyi dalam situasi ini salah satu fihak, biasanya pekerja, merasa takut untuk secara terang-terangan untuk memprotes fihak lain sehingga elakukan tindakan-tindakan tersembunyi pula.
f) Menahan/Menyembunyikan Informasi. Dalam banyak organisasi informasi adalah salah satu sumberdaya yang sangat penting dan identik dengan kekuasaan (power). Dengan demikian maka penahanan/penyembunyian informasi adalah identik dengan kemampuan mengendalikan kekuasaan tersebut. tindakan-tindakan seperti ini menunjukkan adanya konflik tersembunyi dan ketidak percayaan (distrust).
Manajemen Konflik Yang Efektif
Manajemen konflik dimaksudkan sebagai sebuah proses terpadu (intergrated) menyeluruh untuk menetapkan tujuan organisasi dalam penanganan konflik, menetapkan cara-cara mencegahnya program-program dan tindakan sebagai tersebut maka dapat ditekankan empat hal :
a) Pertama, manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur organisasi manajemen konflik yang diterapkan akan terkait erat dengan ketiga hal tersebut.
b) Kedua, menajemen konflik bersifat proaktif dan menekankan pada usaha pencegahan. Bila fokus perhatian hanya ditujukan pada pencarian solusi-solusi untuk setiap konflik yang muncul, maka usaha itu adalah usaha penanganan konflik, bukan manajemen konflik.
c) Ketiga, sistem manajemen konflik harus bersifat menyeluruh (corporate wide) dan mengingat semua jajaran dalam organisasi. Adalah sia-sia bila sistem manajemen konflik yang diterapkan hanya untuk bidang Sumberdaya Manusia saja misalnya.
d) Keempat, semua rencana tindakan dan program-program dalam sistem manajemen konflik juga akan bersifat pencegahan dan bila perlu penanganan. Dengan demikian maka semua program akan mencakup edukasi, pelatihan dan program sosialisasi lainnya.
»»  READMORE...